[Puisi untuk KPK] Secuil Harapan
Oleh: Ema Avicena
TERINGAT masa,
Ketika kami menitipkan segenggam harapan
Teringat silam,
Ketika kami mengacungkan jempol kekaguman
Dan terasa indah,
Ketika jari jemari merapatkan barisan dukungan
Kami tuliskan ukiran asa di ranahnya
Dalam menyibak fakta angkara murka
Untuk secercah Indonesia yang purnama
Namun kini,
Ukiran itu terhempas tak berbekas
Barisan rapat itu meregang... terguncang
Menyisakan keperihan yang beralasan
Saat tangan, tangan cepat bergerak lengkang tanpa aturan
Saat mulut, mulut riuh bergeming di luar akal pikiran
Entahlah...
Keadilan macam apa yang harus aku lukiskan
Saat kau tebang jatuh
Cerita kami tak seindah ceritamu
Saat kau tampik itu
Ranah kami tak senyaman ranahmu
Kau punya sekumpulan citra indah yang membahana
Sementara kami,
Hanya punya secuil sisa, sisa harapan yang akan kami bangkitkan
Tapi biarlah...
Semoga awan kelabu itu
Cuma sepetak dari birunya langit nan maha luas
Namun,
Semoga ia menumpahkan hujan
Yang akan menumbuhkan seribu hikmah
Yang bisa di petik untuk hari esok, lusa dan masa yang akan datang
Aamiin Allahumma Aamiin