07June2013

Home Dunia Islam Peduli Palestina, Stephen Hawking Dukung Boikot Akademik Israel

Peduli Palestina, Stephen Hawking Dukung Boikot Akademik Israel

Tweet

Peduli Palestina, Stephen Hawking Dukung Boikot Akademik Israel

Yerusalem – Kepedulian terhadap Palestina bukan hanya datang dari umat Islam. Stephen Hawking, seorang fisikawan pun peduli dengan Palestina. Sebagai bentuk simpatinya dan dukungannya untuk Palestina, fisikawan terkemuka Stephen Hawking menolak untuk mengikuti konferensi ilmiah di Yerusalem yang diselenggarakan Presiden Israel Shimon Peres pada 18-20 Juni 2013. Hal ini sebagai salah satu langkahnya untuk memboikot akademik untuk Israel. Ternyata Stephen Hawking tidak sendirian, sejumlah ilmuwan dunia melakukan gerakan yang sama boikot akademik terhadap Israel. Apa alasan mereka? Alasannya adalah terkait kebijakan politik negara itu (Israel) terhadap Palestina.

"Hawking bergabung dalam boikot akademik terhadap Israel dan menarik diri dari Israeli Presidential Conference: Facing Tomorrow 2013 yang berada di bawah tanggung jawab Peres," kata organisasi penyelenggara konferensi itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Kompas.com, Kamis (9/5/2013).

Sementara The British Committee for the Universities of Palestine (BCUP), yang mendukung boikot akademik untuk Israel dan menolak perampasan tanah Palestina mengatakan Hawking memutuskan untuk menghormati boikot. "Ini adalah keputusan pribadi Hawking untuk menghormati boikot, yang didasarkan pada pengetahuannya mengenai Palestina dan atas saran dari rekan-rekan akademiknya," kata komite tersebut dalam laman resminya.

Sebelumnya Universitas Cambridge di Inggris, tempat Hawking bekerja sejak 1962, mengatakan Hawking menolak undangan Peres karena persoalan kesehatan. Para dokter menyarankan dia untuk tidak menempuh perjalanan jauh ke Israel.

Namun, Universitas Cambridge kemudian mengkonfirmasi bahwa tidakan Hawking itu disebabkan oleh sikapnya yang mendukung boikot. "Kami telah menerima konfirmasi dari kantor Profesor Hawking bahwa sebuah surat penolakan menghadiri Presidential Conference telah dikirimkan ke istana kepresidenan Israel pada Jumat (3/5/2013). Dalam surat disebutkan alasan mengenai sikapnya yang menghormati boikot," kata Universitas Cambridge dalam sebuah pernyataan yang dikutip media Inggris.

Add comment


Security code
Refresh