Al-qur’an Sumber Ketenanganku
SEJAK kuputuskan bergaul denganmu, sejak itu pula aku merasakan sebuah kondisi hidup yang berbeda dari biasanya. Aku merasa lebih tenang, lebih percaya diri dan lebih merasa nyaman. Walau tak ada orang lain disisi, waktu-waktuku amat berharga, tak ingin rasanya ku sia-siakan walau sedetik. Walau memang jujur diakui, kedekatan ini masih pasang surut, terkadang sehari full ingin terus bersama denaganmu tak rela rasanya melepas keakraban ini, tapi apa boleh buat aku harus pergi karena sebuah tugas menanti. Sambil kucium dan kupegang erat dirimu dan ku bisikkan sebuah kalimat, nanti ku datang lagi secepatnya menemuimu. Sebenarnya ingin selalu kubawa dirimu kemanapun ku pergi tapi sepertinya tidak memungkinkan karena aktivitsaku juga memerlukan konsentrasi penuh. Dengan sedih ku langkahkan kaki meninggalkanmu, tapi terkadang juga berat bersamamu jika kondisi lelah, tak mood segudang masalah muncul yang membuat ku ingin menjauh darimu, melupakanmu, gak enak berdekatan denganmu. Ahhh... salah besar sebenarnya aku juga tahu, padahal semua ustadz sepakat jika gundah terasa amat menyiksa maka yang terbaik dekat denganmu, tapi ya begitulah diriku fluktuatif.
Tapi lain dulu lain sekarang. Sejak ku didelegasikan sebagai peserta MUKHOYYAM ( MQNA ), semuanya berubah. Subhanallah acara itu mampu merubah persepsi ku selama ini, yang menganggap dirimu dibutuhkan hanya pada waktu-waktu tertentu saja atau semauku dalam mendekatimu. Takjub dan haru ketika satu persatu para ustadz membicarakan kehebatanmu, membicarakan keutamaanmu, membicarakan betapa pentingnya dirimu dalam kehidupan setiap muslim, betapa kau teramat sangat penting untuk didekati dan di akrabi, karena hanya dengan cara itulah keselamatan hidup di dunia dan akhirat akan didapati.
Seorang ustadz berkata, “ jika kita ingin berdampingan dengan para rosul, para sahabat, para shalihin dan shalihat, maka jalan yang terbaik adalah intensif dan berakrab-akrab denganmu”. Tak terasa air mataku meleleh, deras bak air mengalir dari sumber mata air. Hati sesak, dada sakit tergugu ku mengingat betapa aku masih jauh dari semua itu. Padahal, aku ingin juga berdampingan dengan mereka, dengan para kekasih Allah. Sejak saat itulah menggebu rindu, terpukul hati sanubari, semangat tak terperi ingin bersegera menyelesaikan kedekatan ini agar selalu bersamamu kapan pun, dimana pun, tak mau lepas walau sedetik dan sedikitpun.
Hanya dirimu yang membuatku tenang jalani kehidupan ini. Aku bahagia bersamamu, ku senang kalau selalu bisa terus dekat denganmu. Dalam doaku tak pernah ku lupa minta sama Allah agar aku selalu bisa bersamamu, dekat denganmu, akrab denganmu, intim bersamamu.
Wahai zat yang menguasai siang dan malam, tetapkanlah hati ini bersamanya, istiqomahkan ku dalam membaca, menghafal dan mengamalkannya sampai jasad dan nyawa terpisah dari raga.
Izinkan dia menjadi penolong dan temanku di alam baka nanti
Izinkan dia menjadi penggembira dan perisai dalam kuburku
Izinkan dia menjadi penghibur dan penerang dalam liang lahatku
Duhai petunjuk jalan keselamatan, jangan tinggalkan aku apapun keadaanku, bersamaiku sampai ku bertemu dengan Rabbku. Al-qur’an suci aku ingin selalu berada di sisimu, berada dalam pelukanmu dalam tidur dan sadarku, dalam sepi dan ramaiku, dalam sendiri dan bersama yang lain, karena ku hanya ingin kau yang bertahta dalam hati ini.
Ya Rabbku, jangan matikan keinginan ini untuk terus membaca dan menghafal ayat-ayat suciMu ini. Berilah aku kemampuan untuk menguasinya, pilihlah aku menjadi salah satu dari hambaMu yang mampu mengkhatamkan 30 juz karena aku rindu dengan nabi Muhammad SAW dengan penghulu para Nabi dan para Rasul, dan dengan para shabiyyah, bunda Khodijah, bunda Fatimah, bunda Maryam dan bunda Asiah.
By: yang selalu ingin bersamamu...