07June2013

Home Tsaqofah Multi Peran Muslimah

Multi Peran Muslimah

Tweet

Multi Peran MuslimahSEORANG muslimah idealnya memiliki peran dan tanggung jawab sebagai berikut :

1.    Sebagai Hamba Allah

Seorang muslimah mempunyai kewajban terhadap Allah, di antaranya :

-          Mengerjakan rukun islam yang lima

-          Menerima ketentuan Allah dengan ridha, baik ketentuan yang bersifat kauni (qadha dan qadar) atau ketentuan hukum-hukum/undang-undang

-          Ikhlas

-          Sabar

-          Selalu merasakan bahwa Allah mengawasinya (muraqabatullah)

-          Mencintai Allah dan Rasul-Nya

-          Waro’

-          Mengharapkan rahmat-Nya (roja)

-          Tawakal

-          Percaya dan yakin atas pertolongan Allah

-          Selalu menyertakan niat jihad dalam segala aktivitas perbuatan

-          Selalu memperbaharui taubat dan istighfar

-          Mempersiapkan diri untuk hari akhir dan selalu mengingat kematian

-          Selalu mengintrospeksi diri

2.      Sebagai Ibu ( Pemelihara bagi anak-anaknya)

Ketika seorang muslimah sudah menikah dan Allah menghadirkan anak, tugas penting telah menantinya, yakni membesarkan dan mendidik sang anak menajadi generasi baru yang siap menggantikan orang tuanya. Sebuah tugas berat yang di mata Allah pahalanya setingkat dengan pahala orang yang berjihad di jalan-Nya.

Dengan tangan dinginnya, muslimah sebagai ibu memanfaatkan seluruh ilmu yang di milkinya dalam upaya membentuk generasi Rabbani. Karena beratnya tugas ini wajar bila ia menjadi perioritas utama muslimah, Allah mengangkat derajat ibu tiga kali lebih tinggi di banding ayah dalam memperoleh pengabdian dan penghormatan “Surga di bawah telapak kaki ibu” .

3.       Sebagai Isteri Yang Menjadi Asisten Suami

“Dan seorang wanita itu adalah penggembala di halaman rumah suaminya dan ia bertanggung jawab terhadap gembalanya itu “ (HR. Bukhari Muslim)

Setelah menikah perwalian seorang muslimah telah berpindah dari orang tua kepada suaminya. Hal ini menimbulkan akibat logis yang sesuai dengan ajaran agama, yakni ketaatan pada suami. Seorang isteri harus taat pada suaminya yang telah menjadi qawwam

 -pemimpin- dalam keluarganya. Allah telah menggariskan peran baru baginya yang lebih banyak berada di dalam rumah, berkaitan dengan fungsinya sebagai pendukung atas segala aktivitas suaminya.

Inilah peran mulia muslimah. Ia memberikan dukungan dan semangat pada suaminya dalam meniti jalan Allah, contohnya adalah Khadijah Ummul Mukminin. Seorang isteri yang memberikan dukungan semangat dan ketenangan kepada suaminya.

4.    Sebagai Da’iyah Bagi Masyarakat

Seorang muslimah memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat di sekelilingnya. Tanpa melupakan tanggung jawab sebagai ratu rumah tangga, seorang muslimah meski aktif berkiprah di masyarakat. Aisyah Ummul Mukminin telah berperan aktif sebagai guru bagin para sahabat. Rasulullah pun selalu mendukungnya dengan sabdanya, “Ambillah separuh ajaran agamamu dari Humaira (yakni Aisyah).”

Pada masa pemerintahan Umar, beliau mengangkat seorang muslimah menjadi administrator pasar, yaitu Asy-Syifa. Sementara Ummul Habi’ binti Abu Thalib telah berperan aktif dalam politik ketika terjadi Fathul Makkah. Ummu Darda’ pernah mengecam sikap Abdul Malik bin Marwan  yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah. Banyak sekali contoh generasi sahabat dan shahabiyah yang tampil sebagai dai dan daiyah di kalangan masyarakat sesuai dengan potensi yang mereka miliki.

Ummu Yasmin

Add comment


Security code
Refresh