07June2013

Home Berita PKS Nasional Isu Pembubaran PKS Hanyalah Kepentingan Pribadi

Isu Pembubaran PKS Hanyalah Kepentingan Pribadi

Tweet

Isu Pembubaran PKS Hanyalah Kepentingan PribadiJakarta – Wacana tendensius pembubaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) muncul ketika dilontarkan oleh salah satu aktivis LSM antikorupsi di Indonesia. Dia beralasan PKS diduga menerima aliran pencucian uang dari Ahmad Fathanah (AF). Selain  anggota LSM tersebut, Yusuf Supendi pun yang kini menjadi politikus Hanura berteriak kencang supaya PKS dibubarkan. Berkenaan dengan isu ini, Salim Segaf Aljufri, Anggota Majelis Syuro PKS pun meluruskan isu ini.

“Saya pikir mereka (yang mendorong) punya masalah pribadi ya. Jadi kalau terjadi perbedaan seperti ini terus korporasi yang disalahkan itu juga nggak sehat," kata Salim Segaf Aljufri, Senin (21/5/2013), seperti dikutip Detik.

Salim menjelaskan masalah yang menimpa kader PKS (Luthfi Hasan Ishaaq) tak bisa disangkutpautkan dengan partai secara umum.

"Jangan dihubung-hubungkan dengan korporasi. Jangan segala sesuatu yang muncul emosi kemudian disalahkan seluruhnya," ujar Salim yang juga Menteri Sosial ini.

Sebelumnya, Presiden PKS, Anis Matta juga pernah meluruskan isu pembubaran PKS yang dilontarkan oleh aktivis LSM tertentu ini. Menurut Anis Matta kita harus memisahkan masalah LHI secara pribadi dan PKS sebagai institusi.

"Jadi kita lebih bagus ikuti saja pengadilan karena toh belum selesai. Dari awal saya memisahkan antara masalah individu dan partai," kata Anis.

Dana Fathanah Tidak Masuk Kantong PKS

Seperti diketahui, isu pembubaran PKS mencuat ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada LHI dan AF. Dan beberapa pihak yang tidak senang kepada PKS pun akhirnya melontarkan isu. Mereka menuding PKS harus dibubarkan. Namun, sampai saat ini KPK ternyata belum menemukan sepeser pun aliran dana yang masuk ke kantong PKS.

"Sampai hari ini KPK belum memperoleh data bahwa ada aliran dana ke partai PKS," kata Johan dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (20/5/2013).

Add comment


Security code
Refresh